CARA MENDIDIK ANAK YANG BAIK MENURUT RASULULLAH
Disusun
oleh
Khairunnisa Atika
Jurusan :
PAI
Semester :
I (satu)
STIT AL HIKMAH
TEBING TINGGI
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kita ucapkan dengan lafazh Alhamdulillah.
Hanya Allah lah sang Maha yang harusnya kita puji. Sebab segala
kesempurnaan adalah milik Allah semata.
Shalawat dan salam kita hadiahkan kepada buah hati Aminah putra Abdullah,
Nabi Muhammad saw, yang mana berkah dari perjuangan beliau selama ini, kita
menemukan titik terang sebuah kehidupan. Yang dulu gelap, sekarang menjadi
terang benderang. Alhamdulillah...
Akhirnya, selesai sudah makalah tentang ”CARA MENDIDIK ANAK YANG BAIK MENURUT RASULULLAH” , yang mana
makalah ini bertujuan agar para pembaca dapat mengikuti trik-trik dalam
mendidik anak yang baik sesuai dengan apa yang telah Rasululllah ajarkan.
Selain itu, penulis menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan.
Maka dari itu, penulis sangat berharap kritik maupun saran dari pembaca untuk
memperbaiki makalah ini agar lebih bagus lagi.
Tebing Tinggi, 29 Desember 2013
Penulis
Khairunnisa Atika
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................ i
Daftar Isi ........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
A.
Latar
Belakang ..................................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah ............................................................................. .. 1
C.
Tujuan
Penulisan ............................................................................... .. 2
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................. .. 3
A.
Defenisi
Pendidikan ........................................................................... .. 3
B.
Cara
Mendidik menurut Rasulullah ................................................ .. 4
1.
Ihsan
............................................................................................. .. 4
2.
Amanah
........................................................................................ .. 4
3.
Sabar
............................................................................................. .. 5
4.
Jujur
............................................................................................. .. 5
5.
Malu
.............................................................................................. .. 6
6.
Saling
Menasehati ........................................................................ .. 6
7.
Adil
................................................................................................ .. 6
BAB III PENUTUP ......................................................................................... 7
A. Kesimpulan ........................................................................................... 7
B. Saran ..................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Banyak anak-anak zaman sekarang yang mengalami “MASA PUBER” yang
tidak pada masanya. Dikatakan seperti itu, karena anak-anak zaman sekarang
lebih kenal hal-hal yang bersifat dewasa. Contohnya, lagu. Zaman sekarang
anak-anak lebih hafal lagu-lagu Band atau lagu-lagu orang dewasa, daripada lagu
anak-anak. Itu disebabkan canggihnya Ilmu Teknologi yang semakin maju dan
membuat semuanya menjadi serba gampang. Dan hal-hal “KUNO” pun bisa di bilang
hilang begitu saja. Anak-anak yang seharusnya menuntut ilmu sesuai kemampuan
nya, kini malah mengenal hal-hal yang mestinya tak ia tau atau ia kenali.
Dan akibat dari pengajaran yang salah ataupun kurangnya perhatian
orang tua, akhirnya sang anak pun mengenali kata “CINTA”, “PACARAN” dan hal-hal
negatif lainnya. Itu semua disebabkan kurangnya pendidikan si anak. Orang tua
hanya mengarahkan pendidikan hanya di Sekolah. Namun di rumah atau di luar
lingkup itu, orang tua tidak terlalu peduli dengan si anak.
Maka dari itu, seharusnya pendidikan Agama adalah solusi yang pas
untuk si anak. Agar ia terdidik dan terbimbing ke jalan yang benar.
B.
Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah yang dapat ditarik adalah :
1.
Apa
itu pendidikan?
2.
Bagaimana
cara mendidik anak yang baik menurut Rasulullah?
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan
dari penulisan makalah ini adalah :
1.
Untuk
mengetahui secara rinci tentang pendidikan
2.
Untuk
mengetahui trik-trik mendidik anak yang baik menurut Rasulullah
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Defenisi
Pendidikan
Kata “Pendidikan”, dalam Bahasa Indonesia berasal dari kata,
“didik” yang mendapat awalan pe- dan akhiran –kan. Sedangkan
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995:232), kata didik berarti memelihara
dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) menegnai akhlak dan
kecerdasan pikiran.
Dengan demikian, pendidikan dapat diartikan, “Proses pengubahan
sikap atau tata laku seseorang atau kelmpok dalam usaha mendewasakan manusia
melalui upaya pelatihan dan pengajaran.
Selanjutnya, dalam Bahasa Inggris, pendidikan disebut “Education”,
yang berasal dari kata “Educate” (mendidik), artinya memberi peningkatan
dan pengembangan.
Beralih ke dalam bahasa Arab, pendidikan biasa disebut juga dengan tarbiyyah تربية ) ), dan kata tarbiyyah biasanya
digunakan oleh ahli pendidikan Islam untuk menerjemahkan kata pendidikan dalam
bahasa Indonesia.[1]
B.
Cara
Mendidik Anak yang Baik Menurut Rasulullah
Seluruh anak menjalankan seluruh hidupnya bersama keluarga nya,
oleh sebab itu maka tanggung jawab keluarga adalah membimbing si anak tentang
prilaku yang islami, yang baik dan membekalinya dengan nilai-nilai sosial
positif yang baik.
Berikut beberapa trik mendidik anak yang baik ala Rasulullah.
Ø
Ihsan
(perbuatan yang baik)
Ihsan
disini bukan hanya baik dalam seluruh ibadah nya maupun yang wajib ataupun yang
sunnah. Tapi, ihsan dapat diartikan bersungguh-sungguh dalam hal apapun maupun
profesional dalam suatu pekerjaan. Selain itu, membalas kejahatn dengan
kebaikan, menjauhkan diri dari sikap balas dendam dan menahan amarah, juga
merupakan salah satu contoh sikap ihsan. Nah, dari sini kita bisa beri contoh
untuk si kecil. Kita mulai mengajarkan kepada mereka bagaimana menjadi orang
yang pemaaf, tidak dendam dengan orang yang berbuat salah kepada kita. Kemudian
berilah si anak keterangan tentang apa ganjaran yang akan ia dapat bila ia
berlaku baik pada siapapun.
Ø
Amanah
(dapat dipercaya)
Amanah
ialah menyampaikan hal yang seharusnya disampaikan kepada pemiliknya tanpa
mengulur-ulur waktu. Disini cobalah berikan sesuatu pada si anak (berupa uang,
ataupun benda lainnya) untuk disampaikan kepada seseorang. Tapi sebelum ia
mulai mengerjakan hal itu, jelaskanapa itu amanah. Agar ia lebih paham dan
mengerti. Jika ia mengerjakan hal tersebut, maka pujilah ia dengan pujian yang
ia senangi. Karena karakter anak sangat suka dengan pujian. Misalnya, “Wah,
kamu hebat sayang. Mama bangga dengan kamu karena sudah mau mengantarkan barang
itu ke pemiliknya”.
Namun
apabila ia enggan melakukannya, maka jelaskan secara perlahan apa yang akan ia
dapat bila ia tidak amanah. Misal, “Sayang, koq gak kamu kasih ke pemiliknya?
Lain kali jangan gitu ya sayang. Karena Allah sayang dengan orang yang amanah
dan orang nanti gak mau percaya sama anak yang gak amanah”.
Ø
Sabar
Seorang
anak harus dilatih untuk bersabar. Sabar ketika apa yang ia inginkan tidak
tercapai ataupun menerima sesuatu yang sangat tidak ia senangi. Ajarkan si anak
untuk lapang dada menerima semua nya. Bukan malah sebaliknya, si anak malah
marah atupun mengeluh karena apa yang ia mau tidak dituruti.
Ø
Jujur
Nah,
dalam kategori ini, sebenarnya sangat gampang bagi anak untuk jujur kepada
siapapun. Tapi terkadang, ketika orang tua berbohong di depan anaknya, maka si
anak akan terus merekam apa yang ia tahu. Maka dari itu, di awali dari orang tu
itu sendiri, jangan pernah berbohong di hadapan si anak. Jika ingin berbohong
demi si anak, usahakan si anak tidak mengetahui kebohongan orang tuanya.
Selain
itu, latihlah secara perlahan agar si anak belajar jujur, mulai dari diri
sendiri, orang tua, maupun orang-orang di sekelilingnya. Karena itu akan
berpengaruh dalam pergaulan sehari-harinya.
Ø
Malu
Seorang
anak harus diajarkan rasa malu. Sebab jika ia tidak memiliki rasa malu, ia akan
berbuat sesuka hatinya. Namun, jika si anak mempunyai rasa malu, ia akan sadar
bahwa perbuatan yang tidak pantas ia lakukan adalah salah. Seperti, malu ketika
memukul teman, dsb.
Ø
Saling
Menasehati
Disini
fungsinya untuk menanamkan jiwa sosial si anak terhadap teman-temannya maupun
orang di sekelilingnya. Jika ada salah seorang temannya yang salah, tentu si
anak akan menasehati dengan mengatakan bahwa hal itu salah dan tidak boleh
dilakukan.
Ø
Adil
Bersikap
tidak memihak adalah sifat adil. Seorang anak hendaknya dilatih dengan sikap
adil. Karena jika ada hala-hal yang sedikit memihak, si anak akan mencoba
memilihkan yang terbaik.[2]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari
pembahasan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan :
1.
Bahwa
pendidikan adalah “Proses pengubahan sikap atau tata laku seseorang atau
kelmpok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pelatihan dan
pengajaran.”
2.
Beberapa
trik mendidik anak yang baik menurut Rasulullah adalah :
·
Ihsan
(perbuatan yang baik)
·
Amanah
(dapat dipercaya)
·
Sabar
·
Jujur
·
Malu
·
Saling
menasehati
·
Adil
B.
Saran
Diharapkan kritik dan saran dari para pembaca. Karena makalah ini
jauh dari kesempurnaan.
Semoga kita dapat mengambil pelajaran yang bermanfaat dari makalah
yang telah penulis buat.
DAFTAR PUSTAKA
Drs. Syafaruddin, dkk, “Ilmu Pendidikan Islam”, 2006, Jakarta :
Hijri Pustaka Utama
Website :
Html : Zaenal BlogTM Ingin Jadi Pakar SEO Indonesia Kursus Blogger Master
[1] Drs. Syafaruddin, dkk, “Ilmu Pendidikan Islam”, 2006, Jakarta :
Hijri Pustaka Utama, hal : 34-36
[2] Html : Zaenal Blog™ Ingin
Jadi Pakar SEO Indonesia Kursus Blogger Master
Tidak ada komentar:
Posting Komentar